Kenali Penyebab dan Gejala Mata Minus Sejak Dini Lewat SehatQ.com

Senin, 13 Januari 2020

Kenali Penyebab dan Gejala Mata Minus Sejak Dini Lewat SehatQ.com



Sebenarnya saya cukup ketat memberikan jadwal bermain gadget pada si kecil kecuali hari Sabtu Minggu. Namun, si kecil mulai mengeluhkan penglihatan yang sedikit buram dan kurang fokus beberapa waktu belakangan. Kenapa, ya? Saya inisiatif untuk mencari berbagai informasi seputar kesehatan mata lewat situs SehatQ.com


Mengenal penyebab mata minus 

Setelah membaca berbagai ulasan, ada beberapa penyebab mata minus atau kesulitan memandang benda-benda jarak jauh antara lain:


1. Masalah genetik 

Penyebab utama kenapa mata bisa mengalami minus bisa dikarenakan faktor genetik atau riwayat keluarga. 


2. Gaya hidup tidak sehat 

Gaya hidup tidak sehat disebabkan oleh beberapa hal yang menyebabkan cahaya masuk tidak fokus di retina, tetapi berada jauh di depan. Hal-hal yang menyebabkan mata minus antara lain radiasi ponsel dan laptop yang berlebihan, suka membaca dengan posisi tidur atau membaca di tempat yang kurang cahaya. 


Prosedur pemeriksaan ke dokter mata terpercaya 

Setelah meyakini adanya gangguan penglihatan, saya mulai melakukan konsultasi di forum tanya jawab SehatQ.com untuk mendapatkan gambaran lebih detail. Berdasarkan informasi Direktori Rumah Sakit & Dokter, saya bisa mencari rekomendasi dokter mata yang terdekat dengan domisili. Jika selama ini pemeriksaan menggunakan kartu Snellen banyak digunakan untuk kasus penyakit mata paling umum, maka dokter spesialis mata melakukan pemeriksaan lebih rumit untuk kasus yang lebih sulit.

Ada penetesan mata yaitu teknik melebarkan manik mata dengan meneteskan zat yang bisa melebarkan pupil dan bisa menyebabkan relaksasi pada mata. Teknik penetesan mata sangat penting dilakukan pada anak-anak sebab mereka memiliki kontraksi mata yang sangat kuat. Jika pemeriksaan dilakukan saat mata dalam kondisi biasa, maka hasil akhir yang diberikan bisa saja salah. Oleh sebab itu, penting sekali membuat kondisi mata benar-benar rileks. 

Pada anak-anak dibawah 12 tahun, penting sekali untuk melakukan pemeriksaan langsung ke dokter mata agar hasil bisa komprehensif. Kasus anak-anak yang memiliki minus tinggi atau penyakit mata lain, wajib memakai kacamata khusus yang dibuat untuk mereka agar hasilnya bisa lebih optimal. Hal berbeda jika orangtua langsung mengajak anak ke optik atau klinik mata yang tidak menerapkan teknik penetesan mata. Bisa jadi anak sudah memakai kacamata, namun mereka tetap mengeluh lelah, mudah capek dan penglihatan kurang baik. 


Bisakah anak balita melakukan operasi lasik?

Sebagai orangtua, saya pasti menginginkan yang terbaik untuk kesehatan mata si kecil. Sayang sekali anak-anak tidak disarankan untuk melakukan operasi lasik. Solusi yang diberikan kepada anak-anak usia lima tahun keatas agar memiliki penglihatan yang kembali normal adalah menggunakan lensa orthokeratology yang berfungsi mengembalikan permukaan kornea saat mereka sedang tidur. 

Melihat perkembangan teknologi yang kian modern sehingga anak-anak lebih tertarik bermain gadget, sebaiknya orangtua juga mendukung metode pencegahan penyakit minus. Dorong si kecil untuk melakukan aktivitas di luar ruangan dan istirahat setelah membaca buku atau menonton televisi setiap setengah jam sekali. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin di dokter spesialis mata yang bisa mencegah penyakit mata lebih buruk. 

Dengan aplikasi SehatQ.com, saya bisa mendapatkan banyak referensi ilmu kesehatan yang sangat penting. Kalau mendapatkan masalah atau keluhan kesehatan, saya bisa langsung bertanya pada dokter terkait secara gratis alias tidak perlu membayar biaya sepeser pun. Langkah selanjutnya saya bisa memilih dokter mana yang akan menangani keluhan lebih lanjut. Lebih mudah dan fleksibel, bukan? Yuk, bergabung di situs SehatQ untuk mendapatkan informasi kesehatan keluarga Anda! 

0 komentar :

Posting Komentar